Dari surah An-Nisaa’ ayat 105 - 116, yang bermaksud::
105: “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) dengan membawa kebenaran, supaya engkau menghukumkan di antara manusia menurut apa yang Allah telah tunjukkan kepadamu (melalui wahyuNya), dan janganlah engkau menjadi pembela bagi orang-orang yang telah melakukan khianat".
106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha...
Dari surah An-Nisaa’ ayat 105 - 116, yang bermaksud::
105: “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) dengan membawa kebenaran, supaya engkau menghukumkan di antara manusia menurut apa yang Allah telah tunjukkan kepadamu (melalui wahyuNya), dan janganlah engkau menjadi pembela bagi orang-orang yang telah melakukan khianat".
106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani".
107: "Dan janganlah engkau berbahas untuk membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka sendiri. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang selalu melakukan khianat, lagi sentiasa berdosaâ€.
108: “Mereka menyembunyikan (kejahatan mereka) daripada manusia, dalam pada itu mereka tidak menyembunyikan (kejahatan mereka) daripada Allah. Padahal Allah ada bersama mereka, ketika mereka merancangkan pada malam hari, kata-kata yang tidak diredhai oleh Allah. Dan (ingatlah) Allah sentiasa meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka lakukanâ€.
109: “Sedarlah! kamu ini ialah orang-orang (yang telah menyimpang dari kebenaran), kamu telah berhujah membela mereka (yang bersalah) dalam kehidupan dunia ini, maka siapakah yang akan berhujah dengan Allah untuk membela mereka itu pada hari Qiamat kelak?; atau siapakah yang akan menjadi pelindung mereka (dari azab siksa yang disediakan oleh Allah)?".
110: “Dan sesiapa yang melakukan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri (dengan melakukan maksiat), kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia akan dapati Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihaniâ€.
111: “Dan sesiapa yang mengerjakan sesuatu dosa maka sesungguhnya ia hanya mengerjakannya untuk (menjadi bala bencana) yang menimpa dirinya sendiri. Dan (ingatlah) Allah sentiasa (Maha) Mengetahui lagi Maha Bijaksana".
112: “Dan sesiapa yang melakukan sesuatu kesalahan atau sesuatu dosa, kemudian ia menuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah memikul kesalahan berbuat dusta, dan melakukan dosa yang amat nyata".
113: “Dan kalaulah tidak kerana limpah kurnia Allah dan rahmatNya kepadamu (wahai Muhammad), niscaya berhasillah cita-cita segolongan daripada mereka yang bertujuan hendak menyesatkanmu, padahal mereka tidak akan menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, dan juga mereka tidak akan dapat mendatangkan mudarat kepadamu sedikitpun; dan Allah telah menurunkan kepadamu kitab (Al-Quran) serta hikmat (pengetahuan yang mendalam), dan telah mengajarkanmu apa yang engkau tidak mengetahuinya. Dan adalah limpah kurnia Allah kepadamu amatlah besarâ€.
114: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali (bisikan-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan sesiapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keredhaan Allah, tentulah Kami memberi kepadanya pahala yang amat besarâ€.
115: “Dan sesiapa yang menentang (ajaran) Rasul Allah sesudah terang nyata kepadanya kebenaran petunjuk (yang dibawanya), dan ia pula mengikut jalan yang lain dari jalan orang-orang yang beriman, kami akan memberikannya kuasa untuk melakukan (kesesatan) yang dipilihnya, dan (pada hari Akhirat kelak) Kami akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembaliâ€.
116: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua), dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya); dan sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu (apa jua) maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang sejauh-jauhnyaâ€.
Sila rujuk matan-matan kepada terjemahan ayat-ayat di atas di dalam Kitabullah.
SALAM CERIA
Mengalah dan memberi maaf bukan bererti kalah. Ia bererti mengutamakan kebaikan dan kasih sayang ALLAH.