" Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk badan atau rupamu
tapi langsung memperhatikan niat dan keikhlasanmu " (H.R Muslim).
I K H L A S
Rasulullah SAW menatap satu persatu para sahabat yang sedang berkumpul
dalam majlis, hening dan tawadu'. "Ya Rasulullah SAW", ujar salah seorang
hadirin memecahkan keheningan. " Bila pertanyaanku ini tidak menimbulkan
kemarahan bagi Allah, sudilah engkau menjawabnya". "Apa yang hendak
engkau tanyakan itu&...
" Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk badan atau rupamu
tapi langsung memperhatikan niat dan keikhlasanmu " (H.R Muslim).
I K H L A S
Rasulullah SAW menatap satu persatu para sahabat yang sedang berkumpul
dalam majlis, hening dan tawadu'. "Ya Rasulullah SAW", ujar salah seorang
hadirin memecahkan keheningan. " Bila pertanyaanku ini tidak menimbulkan
kemarahan bagi Allah, sudilah engkau menjawabnya". "Apa yang hendak
engkau tanyakan itu", tanya Rasulullah SAW dengan nada suara yang begitu
lembut. Dengan sikap yang agak tegang si sahabat itupun langsung bertanya:
"Siapakah diantara kami yang akan menjadi akhli surga?" Tiba-tiba, bagai
petir menyambar, jiwa-jiwa yang tadinya tawadu', nyaris menjadi luka
kerana murka. Pertanyaan yang sungguh keterlaluan, setengah sahabat
menilainya mengandungi ujub (bangga atas diri sendiri) atau riya'. Adalah
Ummar bin Khattab yang sudah terlebih dahulu bereaksi, bangkit untuk
menghadrik si penanya. Untunglah Rasulullah SAW menoleh ke arahnya sambil
memberi isyarat untuk menahan diri.
Rasulullah SAW menatap ramah, beliau dengan tenangnya menjawab:"Engkau
lihatlah ke pintu, sebentar lagi orangnya akan muncul". Lalu setiap
pasang matapun menoleh ke ambang pintu, dan setiap hati bertanya-tanya,
siapa gerangan orang hebat yang disebut Rasulullah SAW ahli syurga itu.
Sesaat berlalu dan orang yang mereka tunggupun muncul. Namun manakala
orang itu mengucapkan salam kemudian menggabungkan diri ke dalam majlis,
kehairanan mereka semakin bertambah. Jawapan Rasulullah SAW rasanya tidak
sesuai dengan logik mereka. Susuk tubuh itu tidak lebih dari seorang
pemuda sederhana yang tidak pernah tampil di permukaan. Ia adalah
sepenggal wajah yang tidak pernah mengangkat kepala bila tidak ditanya
dan tidak pernah membuka suara bila tidak diminta. Ia bukan pula termasuk
dalam daftar sahabat dekat Rasulullah SAW. Apa kehebatan pemuda ini?
Setiap hati menunggu penjelasan Rasulullah SAW.
Menghadapi kebisuan ini, Rasulullah SAW bersabda: "Setiap
gerak-geri dan langkah perbuatannya hanya ia ikhlaskan semata-mata
mengharapkan ridha Allah. Itulah yang membuat Allah menyukainya".
Surat AlMaaidah
5:85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka
ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang
mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang
berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
"Ilmu umpama air yang mengalir dari lembah ke muara, tadahlah ia dengan hati yang merendah pada Allah S.W.T"