Sahabatku sekalian
Pernahkah Kita merasakan lelah.
Rasa terlalu lelah untuk terus berdo'a kepada Allah,
Hari ini entah sudah berapa kali aku meminta,
Tapi tidak jua Dia mengabulkan permintaanku.
Pernah dulu aku meminta pertolongan dari Nya,
Tapi mengapa Allah tidak segera mengulurkan tanganNya?
Ah, jangankan yang baru-baru ini,
Puluhan malah ratusan permintaanku yang bulan-bulan sebelumnya,
Juga tahun sebelumnya, kalau kuingat-ingat, belum juga dimakbulkan.
Tapi....
Apa sal...
Sahabatku sekalian
Pernahkah Kita merasakan lelah.
Rasa terlalu lelah untuk terus berdo'a kepada Allah,
Hari ini entah sudah berapa kali aku meminta,
Tapi tidak jua Dia mengabulkan permintaanku.
Pernah dulu aku meminta pertolongan dari Nya,
Tapi mengapa Allah tidak segera mengulurkan tanganNya?
Ah, jangankan yang baru-baru ini,
Puluhan malah ratusan permintaanku yang bulan-bulan sebelumnya,
Juga tahun sebelumnya, kalau kuingat-ingat, belum juga dimakbulkan.
Tapi....
Apa salahnya malam ini aku mencuba sekali lagi,
Berdialog kembali dengan Nya,
Semoga Allah mahu mendengar
Mungkin juga dikabulkan permintaanku kali ini.
Baru saja kususun jemari ini,
Belum sempat dibariskan kata-kata
Yang sebelumnya sudah kurangkai indah di dalam benakku
Untuk kulafaz keluar dari mulutku,
Lalu mataku menangkap tajam jemariku yang bergerak-gerak ...
Astaghfirullaah ...
Seketika dadaku sesak.
Berdegup kencang.
Lalu ingin kuhapus kata-kataku diatas.
Tapi ungkapan itu sudah terlanjur kulafaskan.
Aku malu kerana mulutku telah lancang kepadaNya
Dan melupakan semua yang telah diberikan-Nya.
Sedetik kemudian,
Seiring dengan bergenangnya air di pelupuk mataku ini
Yang telah tumpah bagai gelombang
Yang menunggu perintah menghentam karang,
Benakku sudah disesaki dengan jutaan pertanyaan ...
Pernahkah aku meminta kepada Nya
Untuk diberikan kepadaku jemari yang lengkap dan indah ini,
Ya...aku tidak pernah meminta sebelum ini,
Agar Allah melengkapi tanganku ini dengan jemari,
Aku juga tak pernah berdo'a,
Untuk ianya mampu digerakkan atau untuk menyentuh
Tapi Ya Allah sampai detik ini,
Kau masih memberikannya kepadaku???
Lalu kusentuh lagi beberapa anggota tubuh ini.
Kemudian aku berdiri,
Subhanallah,
Aku masih mampu berdiri?
Padahal aku tidak pernah sebelum ini meminta
Agar terus ditetapkan memiliki dua kaki yang sempurna,
Tapi Ya Allah,
Kau masih terus memberikannya.
Kupandang lagi,
Opsss... sebelum kulanjutkan ... dengan apa aku pandang?
Pernahkah aku meminta Dia menganugerahiku sepasang mata yang indah ini?
Sehingga semuanya terasa begitu indah untuk dinikmati,
Semua alam dan lukisan semesta menjadi penghibur hati dengan adanya dua mata ini.
Aku yakin juga ....
Ya aku tidak pernah lupa,
Sebenarnya aku tidak pernah memohon kepada-Nya,
Untuk terus memberiku dua telinga
Dengan fungsi pendengaran yang baik,
Tapi kenapa aku masih boleh mendengar?
Test ... test ... satu, satu, dua tiga ....
Sengaja aku menguatkan suaraku.
Masih jelas terdengar,
Tapi, bukankah Dia memberikan anugerah ini kepadaku
Tanpa pernah aku memintanya?
Lalu aku berjalan,
Alhamdulillah aku masih boleh berjalan.
Keluar dari bilik tidur,
Ke ruang tengah,
Aku lihat masih ada makanan di meja makan,
Kucubit sepotong Kek.
Sedap, ya sedap,
Tapi kenapa aku masih boleh merasakan nikmatnya sepotong kek?
Juga............
Segarnya meneguk sebotol juice buah yang kuambil dalam peti sejuk?
Yang pasti, tidak pernah dari barisan doa-doaku
Untuk memohon agar tetap diberikan kemampuan merasa ...
Kuterus berjalan
Ke bilik mandi.
Ada air.
Kusentuh segarnya air itu.
Aaah, sejak dari dulu aku merasakan kesegaran ini.
Mungkinkah ketika dilahirkan dulu sempat aku meminta kepadaNya
Agar dikaruniakan kesegaran seperti ini?
Atau ...
Emmmmm, kuhirup udara malam yang sejuk.
Eh, pernahkah aku minta
Dia tidak memberi ruang untuk udara tidak masuk ke tubuhku?
Tapi aku masih hidup, aku masih hiduuup (jeritku) ...
Siapa yang tahu dan boleh meneka sehingga sekarang
Aku masih mampu menikmati hidup.
Tapi yang jelas tidak pernah sekalipun
Keluar dari mulut ini rangkaian kata:
"Tuhan, terima kasih atas semua nikmat Mu, sampai hari ini."
Tapi masih banyak lagi permintaanku
Dan air mata ini pun tumpah deras membasuh kegersangan jiwa ini ...
Dan Semakin kutahu sekarang
Jika pepohonan dijadikan pena
Dan laut menjadi tintanya
Nescaya takkan cukup
Untuk menuliskan semua nikmat-Nya
"Ilmu umpama air yang mengalir dari lembah ke muara, tadahlah ia dengan hati yang merendah pada Allah S.W.T"
"Udep Sare Mati Syahid"